Makna Motto God Wills It atau Deus le Volt di Perang Salib

Dzargon - Dalam banyak kisah yang bercerita tentang Crusader dan peaang salib, ada sebuah motto yang selalu berulang bagaimana pun latar belakang dan kisah yang diangkat dari cerita tersebut. "God Wills It!" motto yang diteriakkan para crusader ini sambil menunggang kuda dan menghunuskan pedang mereka seraya menatap seolah-olah ingin melahap habis para pasukan Turki Seljuk yang ada di depan mereka.

Makna God Will It

God Wills It di pertama kali diperkenalkan oleh Paus Urban II dalam pidato politik dan keagaamannya di Konsili Clermont pada tanggal 27 November 1095 di Perancis. Paus menutup kesimpulan dari kebolehan membunuh saracen sebagai keinginan tuhan untuk kembali merebut tanah suci dari tangan Turki Seljuk.

Kalimat ini disampaikan dalam banyak bahasa seperti Deus lo Vult, Deus le Volt (Bulgaria Latin), Deus id Vult (Latin), Dieux el Volt (Perancis kuno), Deus hoc vult (Latin Klassik), sedangkan dalam bahasa inggris disebut God Wills It, atau tuhan menginginkannya.

Tentara Salib di perang salin IV manis dan seksi cantik imut
Lakon Crusader Perang Salib

Pasukan Salib I

Dokumen yang melaporkan mengenai pembentukan pasukan Salib I (The First Crusader) ditulis oleh anonimus yang memiliki hubungan kuat dengan Bohemond I dari Antioka. Dokumen tersebut ditulis segera setelah kampanye militer merebut tanah suci sekitar tahun 1100 sampai dengan 1101.

Berdasarkan dokumen tersebut, pasukan Salib Pertama dikumpulkan di Amalfi pada penghujung musim panas 1096. Tidak jelas berapa angka pastinya, namun sejumlah besar pasukan salib yang bersenjata lengkap mengenakan salib di dada dan di pundak mereka secara bersama-sama meneriakkan pekikan "Deus le Volt!, Deus Le Volt!, Deus Le Volt!"

Hal yang sama juga tercatat dalam Historia Belli Sacri yang ditulis pada tahun 1131 yang menjelaskan seruan perang ini atas kehendak tuhan.

Motto yang sama juga disebutkan berkali-kali dalam catatan yang bercerita mengani penaklukan Antiokhia, 3 Juni 1098. Seorang penulis Anonimus dari Gesta yang mentayakan dirinya adalah bagian dari para prajurit yang berhasil menaklukan benteng Antiokhia, semua prajurit yang sudah berhasil naik ke atas benteng berteriak dengan sangat lantang Deus le Volt. Dengan perasaan menang kami (penulis Anonimous) juga meneriakkan hal yang sama.

Robert the Monk yang mengganggap tulisan yang tertuang dalam Gesta Francorum terlalu kasar, lalu diam kemudian menambahkan penggalan dari pidato yang disampaikan oleh Paus Urban II di Konsili Clermont, yang diaman Robert the Monk adalah salah satu peserta yang hadir menyaksikan Paus Urbanus II kala itu. Robert mencatat jika Paus Urban II kala ini meminta orang-orang kristen barat baik kaya ataupun miskin untuk membantu orang-orang Yunani yang ada di timur (Bizantium).