Fenomena Sugar Daddy dan Tarif Sugar Baby yang Selangit

Dzargon - Jalan mudah menjadi kaya dan hina itu sepertinya sama banyak dan mudahnya, tapi ini hanya bagi berlaku bagi para wanita, sedangkan pria sepertinya selalu ada cara untuk menghaburkan uang dengan cepat.

Salah satunya adalah fenomena sugar Daddy dan Sugar baby. Sugar Babby kini menjadi salah satu pekerjaan non resmi yang banyak diminati oleh kaum wanita bahkan perkembangan situs yang menawarkan jasa bagi sugar daddy dan sugar baby kini tumbuh sangat pesat.

Apa Itu Sugar Daddy?

Mungkin belakangan ini disekitar kita mungkin sering seorang bapak-bapak tua setengah baya dan remaja SMA di mall-mall, yang mungkin menurut pandangan orang awam, mereka adalah ayah dan anak, namun hal ini menjadi menarik perhatian ketiak si cewek mulai menyapa si lelaki dengan sapaan "om!"

Tentu saja hal ini tidaklah lumrah dan memang ada hubungan yang tidak biasa antara pria setengah baya dan remaja yang cocoknya mengenakan seragama putih abu-abu justru bergandengan tangan di pusat perbelanjaan di tengah kota.

Gimana tidak berfikiran buruk, remaja putri dengan usia masih belia saling bergandengan tangan dengan mesra bersama pria tua tentu saja membuat siapa saja yang memandang akan kepikiran hal-hal yang aneh. Namun hal yang tidak kalah menarik rasa penasaran adalah mengapa dengan rela gadis muda ingin berhubungan pria tua yang lebih pantas ia panggil ayah.

artis manis rela jadi sugar Baby

Para pria tua, kaya dan cenderung konglongmerat yang punya pasangan gadis muda entah resmi, semi resmi atau malah hanya berstatus gundik ini dikenal dengan nama prpouler sebagai Sugar Daddy. Ayah yang manisnya diniali dari materi yang diberikan.

Tentu saja menjadi seorang sugar Daddy bukanlah perkara muda dan bisa dilakukan oleh siapa saja yang sudah berumur. Mereka yang tergolong dalam kelompok ini hanya mereka yang punya kekayaan yang cukup besar agar bisa memanjakan gadis remaja dengan uang mereka.

Sebagai gantinya mereka mendapatkan kehangatan yang tidak bisa ia dapatkan dari pasangan resminya (istri) yang mungkin sudah sepuh dan tidak lagi sempit. Bahasa halusnya banyak diselewangkan sebagai penyokong dana finansial ke gadis mudah, tapi mengapa harus dibayar dengan kehangatan di atas ranjang jika memang tujuannya membantu dari segi materi.

Besarnya nilai prestise dari Sugar Baby yang dimiliki sugar Daddy membuat dunia per'sugar'an ini semakin pelik. Nilainya tentu saja tidak hanya dinilai dari seberapa muda Gundik mereka, tapi juga seberapa cantik dan istimewanya mereka dan sebagaimana yang kita ketahui, jika kecantikan itu nilainya sangatlah mahal, yang bakalan ditanggung oleh si om-om demi memanjakan dede gemesnya.

cerita menganai Sugar dady dan Sugar Babu Seksi

Sugar Baby dan Lebih Aman daripada jadi PSK.

Sebagai seorang remaja, secara naluriah tentu saja bakalan tertarik dengan dengan pria yang relatif seusia dirinya, tampan dan mampan, namun jika sulit mendapatkan hal tersebut maka mapan mungkin menjadi hal yang dikesempangkinkan.

Tapi ini hanya berlaku bagi remaja putri yang masih konvensional dan cedenrung tradisional. Godaan hidup modern yang hedon, matrealis dan cedenrung pamer membuat banyak Gadis-gadis mudah memilih jalan lain yang lebih singkat dan jauh lebih aman dibandingkan jual ginjal.

Apalagi kalau bukan menjadi peliharaan Sugar Daddy, yakni sugar Baby. Status Sugar Baby secara halus memang menjual dirinya, namun lebih aman dibandingkan harus menjajahkan diri di pinggir jalan atau dengan palikasi online seperti Mi Chat yang akan menurunkan kasta dan harkat sebagai seorang wanita di mata sosial.

Mungkin Sugar Baby bakalan membuatmu sedikit di cemooh, namun harta dan materi yang kamu dapatkan dari status tersebut tentu saja bakalan membuat semua itu tertutupi. Kamu mungkin bisa dianggap simpanan dan penjahat cinta, namun materimu bakalan membuatnya termaafkan, apalagi jika statusmu diresmikan sebagai pasangan resmi meskipun posisinya masih lebih rendah dari istri pertama, maka rasa wajar akan menghampiri dirimu.

Sugar Baby dengan Tarif Selangit

Sebuah penelurusan yang dilakukan oleh oleh Kumparan.com dalam menguak fenoeman Sugar Dady dan Sugar Baby di Indonesia membuahkan hasil yang menunjukkan.

Ayana, nama seorang wanita yang digambarkan kumparan memiliki tubuh semok, padat dengan pakaian yang super ketat dan seksi mengakui dirinya telah tobat menjadi seorang wanita simpanan leh seorang sugar dady,

Reportase yang diterbitkan pada 5 Juli 2018 dengan judulnya "Taubatnya Seorang Sugar Baby" mengisahkan lika-liku kehidudapan Ayana sebagai seorang Sugar Baby sejak usia 18 tahun. Berawal dari pekerjaan sebagai seorang SPG dan pengaruh pergaulan, Ayana akhirnya mencoba-coba mencari parner bertukar lendir secara komersil.

Setelah beberapa kali gonta-ganti parner akhirnya Ayana, mengaku mendapatkan pasangan yang mau menjadi parner tetapnya. Memang tidak tarif pasti yang disebutkan seperti lazimnya seorang pria hidung belang yang hendak BO, namun Ayana mengaku paling tidak mendapatkan uang sekitar 5 juta untuk sekali kencan atau jalan dengan sugar Dady-nya.

Tidak hanya uang jajan, Ayana juga diajak jalan-jalan ke luar negeri seperti Thailand, Singapura, Malasya atau sekedar liburan ke Bali untuk menikmati malam panjang bersama sang sugar Daddynya. Hasilnya Ayana mendapatkan banyak hal yang ia inginkan, mulai dari materi, barang-barang branded sampai gaya hidup yang hedon.

Paha mulus dan seksi manis cewek igo jadi SPG
SPG menjadi salah Satu Pekerjaan yang banyak diincar oleh Sugar Daddy 

Sugar Baby di Kalangan para Pejabat

Hal ini sudah banyak terjadi di kalangan para pejabat dan eksekutif Indonesia. Tidak jarang pusaran Sugar Baby ini bahkan menarik intrik dan hubungan politk yang membuat pemainnya sama-sama hancur.

Kebanyakan kisah-kisah cinta antara sugar dady dan sugar baby di Indonesia terkuat setelah sang Sugar Daddy mengalami masalah atau terjerat kasus Hukum. Sebut sajasalah satu politis partai PKS yang diketahui memiliki istri ke tiga seorang penyanyi dangdut yang awalnya suka tampil seksi yakni Sefti Sanustika.

Hubungan keduanya mencuat ke publik ketika AF terkekang skandal korupsi daging sapi. Politisi salah satu parti besar islam di Indonesia ini diketahui memiliki istri muda yang cantik dan jauh lebih muda dair usianya setelah aliran dana dari dirinya diusut. Salah sattu muaranya adalah Sefti Sanustika.

Janda seksi dan manis Toge dan semok Sefti Sanustika
Sefti Sanustika

Kendati sang pasangan di Penjara, Sefti Terbukti tetap setia menunggu sang suami di dalam penjara. Sefti juga tetap bangga menyandang status sebagai istri ke tiga dan menepis jika dirinya hanya mengincar harta, namun ada cinta diantara mereka.

Selain Sefti, ada juga nama wanita cantik yang mengenakan Hijab besar yakni Darin Mumtazah. Usianya yang terpaut cukup jauh dengan LH, terdakwa kasus korupsi sapi bersama dengan AF.

Penampilan yang lebih sopa membuat awak media dan netizen menganggap hubungan Darin Mutazah dengan AF jauh lebih terhormat dan memang berlandaskan cinta sehingga media tidak begitu bergairah memblow up kisah mereka.

Apalagi Istri ke tiga AF, Sefti Sanustika sepertinya lebh menjual di media gosip dan skandal karena tidak lama setelah suaminya dipenjara, Sefti memutuskan membuka jilbab yang awalnya dia diketahui mengenakan Hijab lebar.

Istri Simpanan ke tiga Sugar Baby Hijaber Darin Mumtazah
Darin Mumtazah

Berbeda dengan dengan kisah almarhum Nasruddin dan Antasari Ashar yang kala itu menjabat sebagai ketua KPK. Keduanya terlibat prahara perebutan Sugar Baby yang merupakan seorang caddy Golf bernama Rani Juliani.

Memiliki posisi kuat dan karir yang cemerlang sebagai Ketua KPK, tentu saja banyak orang yang meragukan jika kasus yang melibatkan wanita cantik Rani Juliani ini bermotif asmara. Namun begitulah yang dihembuskan banyak media mengenai salah satu skandal terbesar di negara ini.

Sugar Daddy Antasari Rani Juliani
Rani Juliani di Persidangan Kasus Antasari dan Nasruddin

Diantara sekian banyaknya kasus yang melibatkan sugar baby di belakangnya, sepertinya tidak ada yang lebih heboh dari kasus yang menyeret nama Dirut Utama Garuda, Ari Askhara.

Kasus ini pertama kali ramai mencuat dipublik setelah kasus penyelundupan Motor Harley Davidson di pesawat yang ditumpangi Ari dari Perancis Toulouse, Prancis. Sontak saja semua mata tertuju kedirinya, sebagai orang dengan jabatan tertinggi di Garuda ini ikut terbang bersama Harley Davidson yang diklaim Menteri Sry Mulyani merugikan negara senilai 1,5 milliar rupiah.

Namun kehadiran Harley tersebut di Indonesia tidak hanya seputar Ari Askhara, ada juga nama Putri Novitasri Ramli yang ikut bersama dengan Ari Askhara ke Perancis kala itu.

Namanya semakin populer setelah beberapa petinggi Garuda membeberkan jika Pramugari yang sejatinya awak kabin ini memiliki hubungan spesial dengan Ari Askhara. Bahkan konon Putri juga memiliki andil yang besar dalam pengambilan kebijakan dari maskapai.

Dari kasus ini, semakin banyak orang yang berkoar mengenai kebiasaan Ari Askhara berburu Sugar Baby di maskapai yang ia pimpin. Salah satu nama yang sempat membuat publik bising adalah pramugari bertubuh mungil dan cantik, Siwi Sidi.

Siwi Sidi diduga sebagai salah satu Gundik yang disimpan Ari Askhara. Namanya muncul pertama kali dalam pusara Ari Askhara setelah namanya disebut salah satu akun twitter Gosip. Sebagai seorang pramugari, Siwi Disi diklaim tidak cukup kaya untuk mendapatkan banyak barang-barang mewah, sehingga kasus Ari Askhara muali dihubungkan dengan dirinya.

Siwi Sidi - Pramugrai yang Namanya Dicemarkan oleh Salah satu Akun Gosip di Twitter

Siwi Sidi yang tidak terima dengan tuduhan tanpa dasar tersebut akhrinya melakukan konferensi pers dan mengambil langkah hukum karena menganggap cuitan tersebut berdampak besar bagi keluarga dan namanya baiknya.

Tidak berhenti hanya ke Siwi Sidi, nama lainya adalah adik artis Kris Hatta, Cyndyana Lorens. Adik cantik dan Kris Hatta ini bahkan sudah memenuhi panggilan polisi sebagai saksi pada tanggal 20 Januari 2020 silam sebagai tindakan atas laporan dari Siwi Dipi.

Sampai artikel ini diterbitkan belum ada press release remsi dari pihak Kepolisian dan Cyndyana Lorens terkait isu sebagai gundik simpanan dari Ari Askhara.