Gundik yang malang dan bedanya dengan Madu dan Pelakor

Dzargon - Isu penyelundupan Moge Harley Davidson di pesawat Garuda membuat nama dan karir Disut Garuda Indonesia terseret dalam kasus ini. Selain sisi penyalahgunaan jabatan untuk materi, ternyata masalah ini juga menyeret isu skandal perselingkuhan dengan gundik yang juga pramugari Garuda.

Namun kenapa kali ini kata Gundik yang menjadi istilah, bukan istilah pelakor yang belakangan ini viral atau mungkin menggunakan istilah yang lebih konvensional seperti Madu? Mengingat posisi ketiga kata tersebut sama-sama merujuk pada arti yang relatif sama.

Lantas apa itu Gundik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Gunding berarti Istri tidak resmi, selir atau wanita peliharaan yang tugasnya hanya memenuhi kebutuhan batin si Pria tanpa adanya pengakuan.

Hal ini berbeda dengan madu dimana madu adalah istri sah yang ke dua atau ke tiga dari suami dimana si istri mengakui keberadaan madu tersebut.

Cewek manis dan seksi PAkai Baju Anti Pelakor
Cewek Cantik Pakai Banju Anti Pelakor

Lantas bagaimana dengan sebutan Pelakor? 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata pelakor tidak dapat ditemukan karena kata ini merupakan singkatan yang berasal dari frasa perebut laki orang atau wanita yang muncul dan merusak rumah tangga orang lain.

Pelakor biasanya akan mendapatkan posisi yang lebih penting dari Istri Sah dimana suami bakalan lebih memilih hubungannya dengan pelakor atau bahkan meninggalkan istri sah.

Gundik bisa jadi Pelakor yang tertunda, namun pada umumnya Gundik tidak akan pernah sampai disana karean biasanya hubungan Gundik dan tuannya terbentuk dari posisi yang tidak setara diaman Gundik memiliki kebutuhan khusus sehingga harus memenuhi permintaan sang tuan, dalam kasus ini misalnya jabatan atau rahasia yang harus dijaga sehingga rela jadi peliharaan.

Istilah lain yang biasanya melekat pada Gundit adalah Sugar Baby, namun sugar Baby ini memiliki istilah yang lebih liar dan pihak wanita tetap bebas berhubungan dengan orang lain karena tidak ada hubungan yang hirarki antara pihak wanita dan pihak pria.

Jika dirujuk dari sejarah dan budaya dalam kehidupan kerajaan, beberapa kerajaan tidak menganut sistem poligami, namun tetap memberikan izin menikah raja kepada wanita lain atau disebut selir. Selir dalam kasus ini tidak memiliki kekuasaan sama seperti ratu, bahkan lebih parahnya anak dari selir tidak akan diakui memiliki hak atas warisan dari sang raja.

Kembali ke kata Gundik, sebanarnya istilah ini sudah sejak lama dikenal di Indonesia terutama pada film-film jadul seperti si Pitung dan film kolosal lainnya. Bedanya dengan selir, Gundik itu dipelihara bukan oleh raja tapi siapa saja yang memiliki kekuasaan baik itu pejabat maupun preman maha perkasa.

Hal ini yang membuat status Gundik sebenarnya adalah kasta paling rendah di antara pelakor dan madu, karena tanpa status hubungan ini hanya terjadi karena superioritas dari pihak pria yang menindas wanita atas kekuasaan yang ia miliki.

Jadi Masih berminat jadi Gundit?