Selain Kejar Bahasa Inggris dan Skor IELTS untuk Dapat Beasiswa, Perhatikan 4 Hal Ini untuk Lanjut S2 ke luar Negeri

4 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Lanjut Kuliah S2 Ke Luar Negeri, Selain Bahasa Inggris yang Mumpuni

Dzargon - Lanjut kuliah Pascasarjana dengan Beasiswa ke Luar Negeri setelah mendapatkan gelar sarjana S1 mungkin jadi menjadi mimpi setiap orang. Menuntut Ilmu ke jenjang lebih tinggi tentu saja menjanjikan masa depan yang cerah selain itu luar negeri pilihan yang tepat untuk membuat perkembangan ilmu sendiri dan negeri semakin bervariasi. 

Pengalaman belajar di Luar negeri bisa menjadi hal yang sangat menarik, namun tentu saja untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri tentu saja tidak murah. Perbedaan nilai mata uang dan tingginya biaya operasional kuliah di luar negeri membuat kantong sebagian besar mahasiswa dan orang tua mahasiswa di Indonesia tidak mampu untuk ke luar negeri dengan biaya pribadinya. 


Berburu Beasiswa - Solusi yang paling masuk untuk melanjutkan kuliah di luar negeri bagi mereka yang kurang mampu adalah mengejar beasiswa, baik beasiswa dari dalam diri seperti Beasiswa LPDP atau beasiswa yayasan luar negeri yang memberikan perhatian khusus untuk Indonesia dan negara berkembang lain.

Hasilnya dari seluruh beasiswa yang memberikan fasilitas belajar di luar negeri adalah mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan sertifikat Scoring kemampuan bahasa Inggris yang terpercaya dari lembaga Independen dunia paling tidak yang terkenal ada dua yakni IBT TOEFL dan IELTS. Dua test ini terkenal sangat sulit dilulusi oleh non native speaker, sehingga banyak pembur beasiswa menghabiskan banyak waktu untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris agar mampu melewati band score minimum. 

Hal ini bisa di lihat di Kampung Inggris Pare, Kediri. Kebanyakan dari para pelajar di sana merupakan Pejuang IELTS, sebutan bagi mereka yang datang jauh-jauh dari luar pulau jawa ke Pare untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di Kampung ini. Beberapa orang diantaranya bahkan menghabiskan waktu sampai 1 atau 2 tahun.


Hasilnya tidak mengecewakan, banyak alumni dari lembaga kursusan di Pare, Kediri yang sukses lulus dengan ILETS di atas syarat minimum. Namun apakah mereka semua yang mendapatkan score IELTS atau IBT TOEFL bisa lanjut kuliah ke luar negeri? Jawabannya tidak, tidak semua dari mereka ternyata lulus dan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Penyebabnya tidak lain karena syarat untuk dapat melanjutkan kuliah ke luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bahasa Inggris semata. Ada beberapa syarat yang kadang di lupakan. Apa saja syarat tersebut? berikut ini ulasannya.

Tips mudah mendapatkan beasiswa

1. Pilih Kampus 

Kuliah di luar negeri tidak selamanya baik. Hampir sama dengan Indonesia, tidak semua kampus di Luar Negeri adalah kampus yang baik. Banyak dari kampus yang tidak memiliki kredibilitas, hasilnya banyak berkas permohonan Beasiswa hanya berhenti di atas meja tanpa ada tindak lanjut karena kampus tujuan kuliah dianggap tidak baik.

Hal yang paling penting untuk lanjut sekolah ke luar negeri adalah memilih kampus yang baik dan memiliki kredibilitas tinggi. Sehingga alumni dari kampus tersebut memang memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan serta berguna bagi nusa dan bangsa, tidak hanya membawa pulang title M.Phill semata tanpa ada skill atau keahlian yang sesuai dengan titlenya.

2. Pilih Program Studi

Masalah selanjutnya yang membuat berkas Beasiswa dapat dengan mudah di tolak karena tidak ada rencana studi yang jelas dan konsisten. Saat ini masalah pendidikan tinggi yang sedang diperbaiki di Indonesia adalah masalah Linieritas program studi yang dipilih. Misalnya anda lulusan pendidikan Kimia S1, maka yang dianjurkan untuk lanjut kuliah S2 adalah pendidikan Kimia S2 atau Kimia Murni 2, jangan coba-coba lintas dispiplin misalnya memilih program studi Seni Rupa di S2 karena jurusan Pendidikan di luar negeri sangat terbatas.

Setelah lulus pilihlah kampus disertai dengan program Studi Andalan yang dimiliki. Misalnya bagi mereka yang menyukai pengukuran dan penelitian bisa memilih kampus AIOWA di Amerika Serikat, bukannya memilih Korea Selatan sekalian untuk ketemu dengan Uppa atau Nunna Ganteng, kecuali jika memang di Korea Selatan ada program studi yang sesuai dengan disiplin ilmu anda.

BEasiswa mudah dan cara cepat dapatkan beasiswa selain TOEFL

3. Lengkapi Berkas

Yah Ini sudah menjadi syarat setiap kegiatan yang ada di muka Bumi, kecuali jika anda ingin lanjut kuliah di Planet Jupiter. Selain dari Sertifikat IELTS masih ada banyak hal yang perlu di siapkan seperti Visa Pelajar, Paspor, Surat Rekomendasi Akademik, Motivation Letter dan Cover Letter dan Future Planning. Semuanya juga akan makan waktu dan membutuhkan banyak link dan rekomendasi dari orang yang kenal dengan calon pembimbing anda di luar negeri kelak. Persyaratan tersebut harus telah disiapkan jauh-jauh sebelum waktu keberangkatan. 

4. Tentukan Tujuan Kuliah

Nah ini yang kadang dilupakan oleh mereka yang ingin kuliah di luar negeri. Memilih program Studi tertentu bukan satu-satunya indikator yang baik untuk memberikan anda kesempatan melanjutkan kuliah di luar negeri. Ada tujuan lain mengapa mahasiswi Indonesia di izinkan kuliah di luar negeri. 

Misalnya adalah kecocokan Program Studi yang dipilih dengan kondisi serta permasalahan lokal yang di hadapi bangsa baik tingkat nasional maupun tingkat lokal. Misalnya alasan mengambil energi terbarukan karena masalah kelangkaan BBM atau kemampuan produksi minyak bumi nasional masih sangat rendah, sedangkan potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar. Hal ini mungkin menjadi poin Plus pihak pemberi beasiswa akan mengeluarkan pembiayaan untuk kuliah anda di luar negeri 

No comments