Tiga Ordo Terkuat Tentara Perang Salib : Ksatria Hospitaller


Tiga Ordo Terkuat Tentara Perang Salib : Ksatria Hospitaller

Dzargon – Pada masa perang Salib, Jutaan umat Kristen Eropa berbondong-bondong (dalam beberapa gelombang) bergerak ke Yerussalem untuk menjalankan titah sang Paus membebaskan Tanah Suci dari kekuasaan umat Islam. Perang yang berlangsung sejak awal tahun 1000 sampai dengan akhir tahun 1400 menghasilkan banyak sejarah termasuk salah satunya adalah cerita mengenai ordo-ordo terbaik dari para Crusader yang ikut campur dalam perang yang paling rasis yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia.

Paling tidak semasa perang salib berlangsung, umat Nasrani memiliki tiga ordo prajurit yang paling ditakuti yakni Knight of Templar, Teutonic Knight dan Knight of Hospitaller. Ketiga pasukan Heavy Cavalry ini memang paling ditakuti di semasa perang tersebut. 

Tiga Ordo baju besi keran pedang eropa Perang Salib : Ksatria Hospitaller saingan Templar
Ordo Hospitaller


Pasukan Elit Hospitaller

Knight of Hospitaller juga dikenal dengan sebutan ordo Hospitaller (terkadang disebut sebagai kaum Hospitaller) merupakan sekelompok pasukan yang terdiri dari kaum Pria dengan tugas utama menjaga sebuah rumah sakit yang berada di Yerussalem. Ordo Hospitaller bertugas menjaga sebuah rumah sakit yang didirikan oleh Gerard yang terberkati (The Blessed Gerrard) pada tahun 1023. Hall ini lah yang menyebabkan mereka diberi julukan Hospitaller, karena mereka memang dirancang untuk menjaga korban perang, pemulihan prajurit dan juga para peziarah Kristen yang mendapatkan perawatan. Basis Ordo ini berada di Italia.

Sebenarnya terdapat dua ordo kstaria yang besar pada basis tersebut yakni Ordo Santo Yohanes (saat ini dikenal memiliki banyak Ordo Militer di Malta, sebagian lainnya adalah Bailiwick dan Brandenburg atau juga Johanniterorden kemudian ada juga ordo Lazarus.

Pertumbuhan Ordo Hospitaller didukung oleh kinerja dari sebuah rumah sakit milik kerajaan kecil di Italy, Almafi yang terletak di Muristan, sebuah distrik yang berada di Yerussalem. Rumah sakit ini didirikan sejak tahun 1023 dengan tugas utama memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka yang tidak mampu, para Peziarah yang terluka dan juga orang sakit. Pasca penaklukkan Tanah Suci oleh Tentara Perang Salib Pertama, Organisasi ini kemudian tumbuh menjadi Ordo religious dan Militer. 

Akta Pembentukan ordo menujukan tugas Ordo Hospitaller adalah menjaga dan mempertahankan Tanah Suci. Pada masa perang salib IX, ketikan Tanah Suci berada di kekuasaan Muslim, Kaum Hospitaller kemudian beroperasi di daerah Pulau Rodo, sebuah wilayah merdeka kemudian bergerak ke Pulau Mlatan di tempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Spanyol di Sisilia.

Hospitaller Pasca Perang Salib

Peranan Ordo yang sangat besar dan tidak serta merta berada di medan perang membuat Ordo Hospitaller ini tetap eksis paling sampai abad ke 17. Kekuatan Ordo Hospitaller kemudian dilemahkan, Ketika Napoleon Bonaparte berhasil merebut Malta. Para Hospitaller kemudian berpencar ke seluruh penjuru Eropa. Ordo Hospitaller kemudian mendapatkan kembali kekuatannya pada abad ke 19 dengan mengubah tujuan-tujuan utama. Kaum Hospitaller kemudian bergerak di bidang Kemanusiaan dan Keagamaan. 

Kepala lima Ordo Santo Yohanes Modern menyatakan bahwa seluruh Ordo Militer Merdeka Malta adalah miliki Katolik Roma dengan markas dan basisnya berada di Roma adalah ordo asli sedangkan Ordo Protestan merupakan ordo yang berasal dari akas yang sama. Cabang-cabang dari Ordo Protestan berada di : (1) Berlin untuk The Bailiwick of Brandenburg of the Order of Saint John, (2) Den Haag untuk the Order of Saint John in The Netherlands, (3) Stockhom untuk the Order of Saint John in Sweden dan (4) sebuah cabang di Inggris kembali didirikan dengan pusat di London. Ordo ini dikenal dengan nama The Most Venerable Order of The Hospital of Saint John of Jerussalem.
Loading...

0 Response to "Tiga Ordo Terkuat Tentara Perang Salib : Ksatria Hospitaller"