Ordo-Ordo Tentara Elit Crusades pada Masa Perang Salib


Kesatuan Tentara Elit Crusades pada Masa Perang Salib

Dzargon – Perang Salib merupakan perang terpanjang sepanjang sejarah perang yang dilakukan oleh menusia dimana perang ini berlansung paling tidak 5 abad lamanya. Melibatkan banyak raja, pasukan, pemimpin dan wiayah. Perang yang siginifikan ini tentu saja menghasilkan banyak kisah termasuk di dalamnya para Tentara yang ikut Berperang. Dalam perang tersebut ada beberapa Tentara yang berasal dari kesatuan elit semsa perang Salib.

Kesatuan Elit Nasrani Dari Eropa

Knight of Templar – Templar adalah sebuah ordo Religius-Militer yang secara khusus dibentuk oleh puas untuk melakukan penyergapan, penyerbuan dan pembebasan Yerussalem. Ordo Templar pertama kali diperkenalkan pada saat Byzantium Empirium membutuhkan bantuan dari Gereja Katolik Roma. Prajurit ini adalah prajurit Heavy Cavalry dengan sehelai kain berlambangkan salib merah. Simbol dari pencarian salib merah di tanah suci Yerussalem.

Sejarah Kelam para Templar pad amasa perang salib


Knight of Hospitaller - The Order of Knights of the Hospital of St. John of Jerusalem atau lebih dikenal dengan sebutan Knights of Hospitaller merupakan salah ordoro terkuat yang sering terlihat mengenakan jubah hitam dengan salib putih di dada mereka. Orodo ini juga dikenal dengan sbeutan Knigth of Malta dan Knights of Rhodes. Dua nama terakhir diambil berdasarkan base Orodo tersebut yang berpindah sebanyak dua kali. Disebut juga sebagai Hospitaller karena tujuan awal pembetukan pasukan ini untuk mengawal para peziarah Kristen yang mendapatkan serangan dari Dinasti Fatimiyyah.

Knight of Hospitaller perang mealwan tentara salib


Knight of Teutonic – Salah satu ordo Religius-Militer yang berasal dari German. Awal pendirian prajurit ini adalah untuk membantu para peziarah jerman yang berada di Tanah suci. Misinya adlaah mebangun rumah sakit dan mengurus mereka yang sedang sakit. Nama lengkap dari ordo ini adalah “Ordo domus sanctæ mariæ theutonicorum hierosolymitanorum”, yang secara harfiah berarti " Ordo Jerman Rumah Sakit Maria di Yerusalem atau bahasa Jermannya "orden der brüder vom deutschen haus St. Marien di Yerusalem. Cirinya mengenkaan jubah Hijau Gelap (Teuton) atau jubah putih dengan salib berwarna hitam. Teutonic merupakan sisa dari Ksatria Bavaria yang ikut dalam perang salib III.

Knight of Teutonic sapukan salib elit


Kesatuan Elit Muslim

Mamluk – Mamluk atau mamalik juga dikenal dengan nama Budak Putih adalah sekumpulan pasukan yang berasal dari suku-suku di turkey, Circassian dan ukraina. Mereka merupakan sisa tawanan perang dari Mongol yang berjumlah ribuan orang bahkan jumlah jauh lebih banyak dari pasukan mengolo sendiri. Sultan Salih dari Mesir kemudian membeli mereka namun naas, Mamluk berhianat dan menguasai mesir dibawah pimpinan Aybak. Aybak kemudian menikahi janda sultan Malik yakni dari Sultana al-Durr. Aybak kemudian tewas di tangan pengikut setia Sultana ketika menyususun rencana untuk membunuh Sultana. Sultana Sendiri tewas di bunuh oleh Selir Aybak.

Pasuka berkudan mercanary prajurit bayangan


Bashi Bazouk – Tentara bayaran Turmi Utsmani atau Ottoman dengan bentuk legion yang menyerupai Legius Asing Perancis atau Legionaire Etrangere. PAsukan ini lebih cocok sebagai perampok bergerombol karena ketika tidak perang atau sedang di pekerjakan oleh Sultan, mereka melakukan penjarahan liar di daerah lawan dengan persenjataan yang sangat maju seperti senapa Matchlok Ottoman. Tingkah laku mereka dalam perang menyerupai pasukan Mongol yang menjarah apa saja yang dilalui.
Bashi Bazouk perang modern perang salib


Janizaries – Janizaries merupakan pasukan elit di bawah kekuasaan Ottoman yang mampu menembus Tembok Konstatinopel dan juag berhasil menaklukkan Byzantium. Hal yang ironis dari pasukan ini adalah pasukan yang bertarung untuk Islam yang berasal dari keluarga budak yang direkrut dari keluarga-keluara Kristen. Dinasty Ottomoan menerapkan “Pajak Anak Sulung” dimana seluruh anak sulung dari setiap keluaga akan diambil pada saat usinya 12 tahun untuk dilatih militer dan dimasukkan kedalam pasukan Janizaries. Korps ini melakukan pemberontak dan dibubarkan pada abad ke 19.
Janizaries senjata modern di perang salib


Ordo Hashashi – Hashashi atau Assasinmerupakan sebuah sekte dalam dunia Islam yang sangat anti dengan khalifah Fatimid terutama faham-faham Syi’ah. Selain syi’ah, Hashasi sangat anti dengan aliran Islam manapun diluar aliran mereka. Menurut sejaraawan, kata Kashashi berasal dari kata Hashis yang berarti Candu yang berasal dari daerah India. Menkonsumsi Candu Hashis dianggap sebagai bagian dari ritual mereka untuk dapat memasuki dunia gaib. Kaum ini yang melakukan pola pertama berjihad dengan jalan Bunuh diri. Karena kebiasaan buruk ini ordo Hashashi sangat dibenci oleh khalifah-kalifah Islam dari wilayah Kairo dan juga Baghdad. Hal yang palling Ironi, pada masa perang salib, Ordo ini memiliki markas di Lebanon yang merupakan daerah kekuasan Crusader terutama untuk Ordo Templar.

Templar melawan Hashashin pada masa perang salib
Ilutrasi Hashashin melawan Templar

Loading...

0 Response to "Ordo-Ordo Tentara Elit Crusades pada Masa Perang Salib"