Sejarah Terbentuknya Kerajaan Gowa-Tallo dan Masa Emas Kesultanan Gowa



Sejarah Terbentuknya Kerajaan Gowa-Tallo dan Masa Emas Kesultanan Gowa

Oleh: Ahmad Dahlan S.Pd

Dzargon. Kerajaan Gowa-Tallo adalah salah kerajaan yang pernah besar di wilayah Nusantara. Bentuk dan sistem pemerinatahn yang terbilang maju adalah salah satu faktor mengapa kerajaan Gowa-Tallo berkembang dengan pesat di zamannya. Kemahsyuran dan berkembangnya kerajaan yang juga dikenal dengan nama kesultanan Gowa ini tidak serta merta lahir dan besar dengan sendiri, namun terbanyak sejarah mengenai kerajaan yang pernah membuat Belanda kewalahan untuk menaklukkan daerah ini.

Bentuk Kerajaan dan Sistem Pemerintahan Kerajaan Gowa-Tallo

Nama : Kerajaan Gowa-Tallo
Ibukota : Sungguminasa
Istana Negara : Balla Lompoa
Agama Resmi : Islam (awal abad 16)
Senjata Khas : Badik

Berdiri : Sekita Abad 13
Menyatakan diri bergabung dengan Republik Indonesia pada saat raja terkahir Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin dan secara resmi Gowa tidak dipimpin oleh lagi oleh seorang raja.

Ballalompoa - Hellomakassar.com

Asal-Usul dan Masa Emas Kerajaan Gowa-Tallo
Pada awalnya kerjaan Gowa adalah kumpulan dari beberapa kelompok atau komunitas kecil yang dikenal dengan nama Bate Salapang atau Sembilan Bendera. Komunitas yang terdiri dari sembilan Kasuwiang ini kemudian sepakat untuk bergabung agar perang saudara bisa dihindari dan kemudian terbentuklah kerajaan gowa dibawah perintah seorang wanita yakni Tumanurung pada abad akhir ke 13. 

Masa awal terbentuknya kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa bukanlah sebuah kerajaan yang besar dan hanya bersifat lokal yang berada pada kesmbilan daerah atau kasuwiang yakni Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili, namun seiring dengan bertumbuhnya stabilitas kerajaan, ekspansi dari wilayah kerajaan menjadi sebuah keharusan.

Karaeng Tumapa'risi' Kallonna.
Masa ekspansi dari kerajaan Gowa yang paling terkenal dimulai ketika raja Gowa ke-9 pada awal abad ke 16, yakni Karaeng Tumapa'ri;si Kallonna yang sedang memegang tahta menyatakan bahwa "daerah yang disebut dengan Makassar adalah kerajaan yang sangat kecil". Berdasarkan pendapat raja yang memegang kekuasaaan penuh atas kerajaan Gowa, akhirnya diadakan perombakan besar-besaran pada sistem kerajaan. Karaeng Tumapa'risi' Kallonna mengubuah daerah Makassar menajdi sebuah konfederasi yang meyatukan antar kemunitas. Sistem pemerintahan yang longgar membuat Gowa menjadi negara kesatuan dengan pertumbuhan yang sangat pesat.

Sebagai bentuk nyata dari usaha memperkuat kukuatan kerajaan Gowa, Karaeng Tumapa'risi Kallonna kemudian mengupayakan penyatuan dua kerajaan yang saat besar yakni kerjaaan Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan direkatkan oleh sebuah sumpah yang tidak terlanggarkan dengan kutukan bahwa barang siapa yang saling melawan terlebih dahulu (ampasiewai) akan mendapatkan hukuman dari batara (dewata).Langkah yang diambil dari Raja Tumapa'risi Kallonna ini ternyata sangat efektif dan akhirnya kerajaan Gowa maju dan berkembang sangat cepat.

Perkembangan keraajaan Gowa-Tallo yang sangat pesat juga dibuktikan dari catatan sejarah yang menunjukan bahwa kerajaan Siang yang memiliki ambisi membentuk kerajaan melalui cara Imperial akhirnya takluk dibawah federasi kerajaan Gowa-Tallo. Tidak hanya Siang, Banyaknya kerajaan yang mencoba menyaingi sistem yang telah dibangun oleh raja Tumapa'risi' Kallonna akhirnya membuat penguasa-penguasa dari beberapa kerajaan memaksa Raja untuk menaklukkan pemersatuan melalui jalur militer. Dua kerajaan seperti kerajaan Siang dan Kerajaan Bone akhirnya berhasil ditaklukkan, meskipun beberapa catatan sejarah menuliskan bahwa kerajaan Bone ditaklukkan oleh raha Tunipalangga atau raja Gowa ke sepuluh.

Karaeng Tunipallangga.
Sepeninggalan daeng Matanre karaeng Tumapa'risi Kallonna, Suksesor raja Gowa ke Sembilan yakni I Manriwagau daeng Bonto Karaeng Lakiyung Tunipallangga Ulaweng menjadi sukseor yang lebih tenar lagi. Pemengang tahta kerajaan yang bergelar Sombayya maka Sampulu ini tercatat telah melakukan berbagai perubahan diantarnya:
  1. Manaklukkan kerajaan Bajeng, Lengkese, Polongbangkeng, Lamuru, Soppeng, Maros, Suppa, Sawitto, Alitta, Duri, Panaikang, Bulukumba serta kerajaan-kerajaan kecil di selatan. Penaklukan ini kemudian membuat pernytaan setia kepada kerajaan Gowa.
  2. Setelah menaklukkan hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan, Karaeng Tunipallangga kemudian menjadi raja pertama yang membawa orang dari Sawitto, Suppa dan Bacuki sebagai bentuk penerimaan dalam kalangan kerajaan Gowa.
  3. Mengangkat Gallaranng Tumakkajananngang.
  4. Melantik dan mengangkat Gallarang Tumailalang (Setingkat  Perdana Menteri) yang berperan mengurusi urusan administrasi internal kerajaan sehingga Syahbandar bisa dengan leluasa melakukan perdagangan dengan pihak luar, sejarah juga mencatatkan bahwa Gallarang Tumailalang telah bekerja sama dengan berbagai pedagangn dari kerajaan Eropa seperti Denmark dan Portugis, Salah satu bentuk kerja sama yang paling central dalam sejarah adalah Hadiah Meriam "Ana' Makassar" yang menjadi legenda kerajaan Gowa pada masa perang di akhir abad ke 19.
  5. Menetapkan satuan dan besaran resmi untuk perdagangan.
  6. Membuat sistem pengamanan berupa meriam pada setiap benteng-benteng besar
  7. Memerintahkan pembuatan peluru, pencapuran emas dengan logam lain dan juga membuat bata.
  8. Raja pertama yang memerintahkan pembuatan bata yang mengelilingi benteng Somba Opu sebagai pusat Administratif.
  9. Penguasa pertama yang dimintai bantuan oleh kerajaan luar seperti Melayu yakni Anakhoda Bonang memnita tempat tinggal di Makassar.
  10. Mengganti perisai besar menjadi perisai kecil dengan ukuran tombak yang lebih kecil dan juga membuat peluru Palembang.
  11. Membuat sebuah sistem pemerintahan dimana rakyat ikut membangun negara dalam porsi yang lebih besar dibandingkan dengan raja sebelumnya.
Kedua raja tersebut adalah raja yang terkenal mempersatukan beberapa kerajaan di Sulawesi Selatan. Sebelum masa perang dengan Penjajah yang dipimpin oleh Raja Sulatan Hasanuddin yang sangat terkenal.
Loading...

No comments