Header Ads

Parakang adalah Manusia bukan Makhluk Halus

Dzargon. Belakang ini ketenaran dua makhluk ini yakni Parakang dan Poppo' sudah semakin berkurang di daerah Makassar yang kini sudah menjadi Kota Metropolitan. Nama kedua makhluk ini mungkin akan semakin sering dibicarakan jika saja anda berkunjung di Daerah Pinrang, Sinjai, Soppeng, Bulukumba dan juga Gowa. Berdasarkan pengalaman saya, saya pernah melihat Parakang dan Poppo' di daerah Sinjai, Bahkan tidak sendiri, pernah suatu ketika saya dengan teman-teman kelas ketika SMA menginap di Malino di kejutkan oleh suara Poppo yang muncul dari jendela. Yah sontak saja 14 laki-laki sesusia SMA saling berhamburan kemudian berkumpul di sudut ruangan saling memandang satu sama lain.

Parakang dan Poppo' bukanlah Setan atau sebangsa Jin melainkan Manusia
 
Cerita mengenai Parakang sebenarnya masih sering muncul di Makassar bahkan hingga akhir tahun 1999. Masih banyak terdengar nama ini di Lorong-lorong di daerah Makassar, namun seiring dengan berkembangnya kota Makassar dan juga laju migrasi ke Kota ini, Tempat orang yang memiliki dan mau menuntut ilmu ini sudah mulai tergeser bahkan hampir tidak terdengar lagi. Sedangkan cerita mengenai Poppo haya pernah terdengar di Daerah Parang Tambung, di Sekitar UNM, itupun kebenarannya belum bisa dipastikan.
Cara melawan Parakang
Gambar hanya Ilustrasi karena tidak ada Parakang yang Bersedia Di Foto.

Meskipun saat ini keberadaan Parakang dan Poppo seolah-olah adalah mitos yang hanya terdengar cerita tanpa ada faktanya, namun jika anda berkunjung ke daerah yang telah saya sebutkan di atas maka sekumpulan kisah menarik dan tentunya menyeramkan akan anda temui. Suatu ketika pada tahun 2010 saya mendapatkan program KKN dari kampus untuk mengabdi di daerah Sidrap yang berbatasan dengan Pinrang terdapat sebuah pernyataan unik dari seorang kepala desa di Pinrang. Waktu itu kami memiliki program kerja untuk melakukan sensus Penduduk di beberapa desa, namun ada pesan yang unik keluar dari kepala desa. Kalimat pesan itu mungkin bunyinya seperti ini, "Jika kalian mendapati rumah yang loteng atau puncak dari rumahnya terdapat lubang yang kira-kira seukuran manusia bisa keluar, kalian tidak usah masuki (sensus)". Sontak pernyataan ini membuat bulu bergidik. Beberapa wejangan dari masing-masing orang tua mengenai Poppo atau Poppok di Pinrang telah kenyang diberikan kepada rekan-rekan.

Pengalaman Bertemu Parakang.
Cerita mungkin bisa jadi cerita valid mengenai keberadaan parakang di Makassar, karena tidaknya saya sendiri mengalaminya bahkan hampir seisi lorong mengetahuinya dan melihatnya secara langsung. Kejadian ini terjadi pada tahun 1999 di Jalan Regge lorong xxx(dirahasiakan, untuk melindungi nama keluarga) Makassar. Mungkin yang tinggal di Daerah jalan Regge, Rappokalling, Jalan ir. Juanda juga pernah mendengarnya. Hal ini menjadi ketika salah seorang warga yang dicurigai parakang tertangkap tangan hendak berubah menjadi sesuatu.

Awal mula kejadian ini ketika menantu dari sang Parakang berteriak ketika istirnya meninggal pada saat ingin melahirkan. Sang menantu berteriak dengan kalimat "Amma apa anjo manna ana'na nakanre tonji", (artinya: Orang tua macam apa itu, bahkan anaknya sendiri juga dimakan). Kecurigaan semakin menjadi ketika ia bepergian ke rumah saudaranya untuk mengabarkan anaknya meninggal. Sang Parakang Berjalan Kaki pada malam hari, kala itu makassar belum seramai sekarang, angkot masih jarang. belum sampai 15 menit kemudian, orang tua yang kira-kira berusia satu abad telah kembali. Tidak banyak yang percaya kalau dia sudah menyampaikan kabar ke saudaranya karean dengan kendaraan saja butuh waktu sekitar satu jam, namun esok harinya saudara yang dimaksud datang karena mendapat kabar langsung semalam dari sang nenek. 

Beberapa mitos mengatakan mengenai kelemahan Parakang termaksud senang bermain belut diselokan atau tidak suka jika ada pecahan kaca atau beling di depan rumahnya. Entah bagaimana ceritanya, mungkin ada yang menaruh pecahan beling di depan rumah sang nenek tersebut. Waktu itu masih menjelang Isa, setelah magrib, tiba-tiba warga yang sedang duduk duduk di depan rumah terhambur lari dari masuk kedalam rumah, karena melihat nenek yang dicurigai parakang masuk kedalam Got depan rumahnya, dengan mata merah, dan rambut panjang yang acak-acakan. Sang parakang masuk kedalam Got kemudian mengacak-ngacak got yang lebarnya kira-kira 50 cm. Got di Kota makassar saat itu pasti berwarna hitam dan bau busuk dan entah ada hawa-hawa aneh yang muncul tiba-tiba. Waktu saya masih berumur 7 atau 8 tahun, kejadian yang sangat jelas teringat adalah suasana lorong pasca kejadian selalu sunyi ketika magrib menjelang. Saat ini nenek tersebut sudah meninggal namun beredar cerita bahwa salah seorang anaknya pasti mengambil ilmu parangkan tersebut, karena konon Parakang akan susah meninggal jika ilmunya belum dipindahkan ke orang lain, nah jika tidak memiliki murid, maka orang terdekatlah yang biasanya akan mewarisi ilmu laknat tersebut.

Ini bukanlah satu-satunya pengalaman saya melihat parakang secara langsung, pernah suatu ketika di tahun 2011 di kampung ibu saya di Sinjai, saya pulang dari rumah teman namanya Supriadi, di daerah Bulupoddo ke Batullappa. Pada waktu itu saya melihat seekor anjing ditangah jalan dengan keadaan merokok, namun saya tidak menegurnya langsung saja pulang. Sesamapinya di rumah tante, saya bercerita, namun tidak digubris oleh tante saya, malah tante saya menjaga saya tidur sepanjang malam, saya liat dia baring dibawah tempat tidur. Barulah saya paham kalau ternyata Parakang tidak suka kalau dirinya diketahui, dan parakang mampu mendengar cerita tentang dirinya pada jarak  kampung.

Wujud Dari Parakang.
Saya beberapa kali diingatkan oleh nenek saya mengenai parakang waktu saya kecil hingga saya besar, Tepat di kampung kakek dari ibu saya di Sinjai bisa dikatakan juga sebagai pusat Parakang, bahkan ibu saya saja enggan menginap di rumah keluarga kecuali di rumah saudara akndung yang masih tinggal di sana.

Parakang adalah manusia yang bisa berubah menjadi apa saja ketika ingin mencari mangsanya. Menurut cerita beberapa parakang telah berusaha untuk melawan hasratnya untuk memakan orang, namun perintah untuk memakan orang biasanya muncul di bawah alam bawa sadar. Enath cerita ini benar atau tidak, katanya mereka yang tidak sengaja mendapatkan ilmu parakang akan di kelabuhi oleh ilmu mereka sendiri. Konon jika mereka menolak untuk makan orang, maka ketika parakang tidur mereka akan bermimpi untuk meraih buah pisang yang amat tinggi. Hasrat untuk makan buah pisang itu semakin dan berusaha sekuta tenaga untuk memakan pisang tersebut. Ketika ia berhasil memakan pisang tersebut akhirnya mereka tidur dalam mimpi. Ketika parangkang terbangun tangan mereka sudah berlumuran darah manusia.

Parakang

Pernah suatu ketika saya sedang berkunjung di tangkuru, di depan rumah tante sekitar tahun 2008. Depan rumah tante saya ada yang meninggal dengan kondisi perut kosong (isi Perut dan Usus hilang). Sebelum ditemukan meninggal malam harinya tetangga mendengar suara aneh yakni suara lonlongan anjing namun terkesan dibuat-buat. Kesekokan harinya tetangga depan rumah yang kebutaln sakit dan tidak dijaga oleh siapa-siapa ditemukan telah meninggal dengan keadaan perut kosong.

Kamboti

Parakang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi binatang seperti anjing dan kucing. Namun perubahan ini tidak begitu sempurna, konon jika parakang berubah jadi anjing, maka sosok anjing yang dilihat akan seperti manusia merangkak dengan kaki belakang belakang lebih panjang dari kaki depan. Jika berubah jadi pohon pisang, maka pohon tersebut hanya punya tiga lembar daun dan tidak punya tunas atau calon anakan di sampingnya. Tiba pohon pisang ada di tengah lapanga, atau di tengah sawah. Paman saya sendiri, pernah menangkap ayam hutan waktu kecil, namun lama-lama kelamaan ayam tersebut menjadi berat semakin berat dan akhirnya berubah menjadi orang. Salah satu bentuk perubahan parakang yang paling sering adalah kamboti dan juga kurungan ayam.

Menghadapi Parakang.
Konon parakang takut dengan daun Kelor, namun cerita ini masih saya sangkal karena Parakang yang didapati hendak berubah di depan rumah saya, punya pohon kelor di depan rumahnya, meskipun ia sendiri tak pernah terlihat mengambilnya. Jika kita memukul seorang parakang sekali maka ia akan meminta di pukul sekali lagi. Jangan dipukul. memukul parakang sekali akan membuatnya lebih menderita ketimbang memukulnya dua kali. jika tidak cukup kuat melawan parakang sendiri, karena parakang juga manusia maka hadapilah secara beramai-ramai.

Ciri-ciri parakang (meskipun ini belum tentu kebenaranyanya namun kebanyakan cerita mengatakan seperti ini)
  • Tidak ingin berjalan di depan kita ketika bayangannya ada di belakang. begitu pula sebalaiknya, tidak ingin berjalan di belakang ketika bayangannya ada di depan.
  • Baunya terkadang berbau Comberan (a'rasa salongan)
  • Matanya merah dan ketika ditatap tidak ingin mengalihkan pandangan.
  • Konon rata-rata dari parakang berambut panjang dan berjenis kelamin perempuan, namun hal ini tidak berarti parakang tidak ada yang laki-laki
  • Banyak terdapat di daerah dekat pegunungan, karena transpotasi yang susah konon ilmu digunakan untuk berpindah dengan cepat.
  • Orangnya tertutup dan kebanyakan berforfesi sebagai dukun beranak (tidak semua dukun beranak parakang).
Terlepas dar benar tidaknya ciri-ciri ini mungkin keberadaan Parakang di Makassar sudah mulai berkurang bahkan sudah tidak ada, namun legenda ini ternyata tidak hanya di miliki oleh Oleh suku Bugis Makassar, banyak tempat seperti kalimantan, bali bahkan Thailand juga memiliki cerit ayang sama. Semuanya daerah tersebut memiliki latar belakang kepercayaan anismisme di masa dulu. Jadi bisa jadi ini memiliki hubungan erat. Belum ada yang bisa memastikan.

No comments