Lensa Manual Analog Full Frame pada Body Digital



Lensa Manual Analog Full Frame pada Body Digital

Dzargon. Kamera Analog hampir terlupakan setelah era serba teknologi digital yang berkembang pesat. Hal serupa juga terjadi pada dunia fotografi. Dunia analog kamera SLR (single Lens Refector) dengan lembaran film tipis peka cahaya yang lebih terkenal di Indonesia dengan sebutan Klise foto hampir tergusur seutuhnya oleh era kamera digital, terlebih ketika Digital Singgle Lens Reflektor ditemukan (DSLR) dengan sensor digital yang menjadi fitur andalanya. Pada awal popularitas DSLR, Lensa-lensa premium mutakhir belum banyak dibuat, apalagi dipasarkan. Kalapun ada lensa premium jenis pasti akan dijual dengan harga selangit.

Sebelum lensa premium full frame banyak beredar dipasaran dan dinikmati hingga lapisan masyarakat kelas menengah, seperti Canon F/1.8 50 mm yang dijual dengan banderol satu jutaan, lensa full frame sangat langka keberadaannya. Munculnya ide menggabungkan lensa analog pada bodi Digital ternyata sangat ampuh untuk menyelesaikan masalah ini. Body Lensa Manual yang tidak sesuai dengan mulut pada kamera digital dirubah sedemikian rupa dan dilakukan penambahan mount agar dapat digunakan.

Lensa manual pada body DSLR mulai berkembang penggunaanya terlebih setelah Komunitas Lensa Manual terbesar di Indonesia muncul. Lensa Manual atau biasa disebut dengan LM adalah pelopor penggunaan lensa manual pada body kamera digital di Indonesia. Menjadi pelopor Komunitas fotografi, Komunitas ini bahkan telah memiliki beberapa cabang yang besar di Indonesia seperti Lensa Manual Semarang, Lensa Manual Surabaya, Lensa Manual Makassar, Lensa Manual Klaten dan masih ada beberapa daerah  yang menjadi cabang dari komunitas lensa manual Indonesia.

Komunitas ini sangat getol menyebarkan racun lensa manual (sebutan untuk menghasut seseorang mengganti lensanya dengan lensa manual), bahkan saya sendiri adalah pengguna lensa manual pada body DSLR. Lensa Manual pertama yang saya gunakan adalah Olympus zuiko C 50 mm f/1.4 kemudian menambahnya pada lensa-lensa lain yang ternyata menghasilkan foto yang unik .

Meskipun memiliki label Manual atau lensa jadul, jangan salah kaprah dengan lensa manual. Meskipun terdengar jadul dan banyak ditemukan lensa fullframe dengan harga yang murah, akan tetapi lensa manual jenis premium dengan harga selangit juga banyak diproduksi. Sebut saja salah satu raja lensa manual Leica Noxtilux f/0,95 50 mm, yang dibanderol dengan harga sekitar 11.000 dollar Ammerika atau sekitar 110.000.000 rupiah, itu pun hanya bisa untuk membeli bekas pemakian.

Kenapa Menggunakan lensa manual?
Selain dari sisi harga yang mencapai seluruh pangsa pasar, mulai dari yang kelas bawah sampai dengan dengan kelas yang mahalnya tidak tertolong, lensa manual selalu memiliki bukaan aparture yang sangat lebar. Kemudian, setiap lensa memiliki ciri khas blade aparture yang berbeda dan menciptakan bentuk bokeh, buram dalam bahasa fisika, yang unik berbeda. Coating pada lensa analog yang membantu pencahayaan masuk dan memberikan fill color yang berbeda untuk setiap lensa. Hal ini memberikan kesan kuat pada penggunaan lensa manual.

Cara pemakaian lensa manual sangat mudah, lensa manual hanya ditambahkan satu buah lensa converter, Kita akan berkesempatan mengkombinasikan lensa dan bodi dengan tipe yang berbeda pula. Saya sendiri pengguna lensa manual Olimpus Dzuiko f/1.4 50 mm dengan converter OM to EOS. Kelas lensa yang sangat beragam mulai dari fish eye sampai pada lensa super telescope telah dijangkau oleh lensa manual. yah mengingat umur lensa analog sudah lebih tua berabad-abad dibanding lensa Auto Focus (AF).

Lensa Manual Full Frame Murah


Dimanakah saya bisa mendapat lensa manual dan berapakah harganya?
ada banyak cara mendapatkan lensa manual, tetapi sebelum membeli saya sarankan untuk berkonsultasi pada praktisi yang tersebar banyak diseluruh jejaring sosial, seperti saya misalanya. meskipun bukan ahli fotografi, saya bersedia berbagi pengalaman mengenai penggunan lensa manual. Untuk calon pembeli saya sarankan untuk mencari tau mengenai lensa manual pada website yang dapat dipercaya, saya merekomendasikan  Lensamanual.net sebagai website lensa manual terbesar di Indonesia. Orang-orang  didalam sangat senang berbagi informasi mengenai penggunaan lensa manual. Jika susah  untuk bergabung pada situs ini, anda bisa mengungjungi facebooknya atau saya  merekomedasikan seorang seller dari Jakarta. Cukup Menegtikkan Nama IWA Firdaus atau  biasa dikenal dengan nama kang IWA ada juga beberpa menyebunya Mas IWA. Beliau adalah seller terpecaya yang telah banyak memakan asam garam penggunaan lensa manual.

Jika anda punya rekening seperti Paypal, situs E-bay adalah pilihan yang tepat untuk mencari segorombolan lensa manual sekaligus. Akan tetapi tetap hati-hati dengan  penipuan, mintalah petunjuk dari teman teman pengguna lensa manual tentang seller yang  terpercaya. Saya sendiri membeli lensa manual pertama saya, setelah mendapatkan  Ratjoen dari teman Lensa Manual Makassar dan Membeli langsung sehari setelah mendapatkan Racon lensa manual. Satu keuntungan lensa manual bisa didaptkan dengan harga mulai dari 400 ratus ribu untuk merek yang biasa biasa saja, akrena lensa manual juga terdapat merek yang premium.

Tips Membeli Lensa Manual
  • Sebelum membeli lensa manual, cari tahulah dulu mengenai istilah Coating, Blade dan Jamur pada lensa. Pengetahuan tentang hal ini akan sangat penting untuk memeriksa lensa.
  • Belilah lensa manual secara lansung dari seller, ini bisa saja menghindari penipuan serta bisa mengecek langsung ada atau tidaknya jamur, coating lensa dan juga Kebersihan blade aparture.
  • Ketahuai ciri khas sebuah lensa sebelum membeli, ini bisa saja meminta pendapat pengguna lensa atau mencoba, jika tidak, tentukanlah terlebih dahulu lensa jenis apa saja yang anda ingikan, misalnya diperuntukkan untuk model, lanscape atau tele. Coating jenis lensa menetukan kualitas lensa.

No comments