Cara merawat dan memelihara cupang

By Ananda Dwi Putri

Cara merawat dan memelihara cupang

Mengenal Ikan Cupang
Dzargon. Ikan Cupang adalah ikan kecil dengan ukuran tubuh sekitar 3 cm sampai 4 cm. Ikan cupang memiliki nama ilmiah Betta sp meruapakan bagian dari ordo Laburunthinci dan Anabantiadae. Ikan jenis ini bernapas dengan cara mengambil udara langsung di permukaan air. Hal ini disebabkan karena adanya Labyrinth atau alat pernapasan yang terletak dalam rongga insang sebelah atas. Lapisan ini membuat ikan cupang sulit untuk bernafas dalam air dan harus mengambil udara segar dengan cara berenang ke permukaan, namun keuntungan bernapas seperti ini adalah daya hidup ikan cupang yang sangat tinggi pada tempat dengan kadar oksigen rendah.

Ikan cupang di alam
Tempat ikan cupang di alam bebas adalah rawa-rawa dengan keadaan air tergenang dan tidak mengalir. Rawa-rawa dengan tanaman enceng gondok tebal adalah tempat ikan cupang dapat berkembang dengan baik, karena enceng gondok menyediakan perlindungan yang baik dari pemangsa seperti burung dan ikan besar. Keadaan air yang tertutup membuat ikan cupang mendapatkan perlindungan sekaligus tempat memelihara anak-anak ikan cupang. Tanaman menyediakan ekosistem yang sempurna untuk perkembangan ikan cupang

Ikan cupang hidup berkoloni dalam jumlah banyak dengan dijaga oleh satu pejantan induk. Satu pejantan cupang akan menjaga anak-anak mereka sebelum akhirnya keturunannya siap untuk kawin dan memulai komunitas baru. Ikan cupang cenderung agresif terutama untuk urusan pejantan. Inilah yang membuat koloni cupang dipimpin oleh seekor cupang jantan

Ikan cupang tumbuh subur di rawa dengan suhu sekitar 24 sampai dengan 30 derajat celcius. Derajat keasaman cupang seperti pH yang tidka asam berkisar 6,0 sampi dengn 7,2 dan derajat kesadahan 7 hingga 10 HD adalah syarat yang baik agar cupang mampu bertahan hidup.

Tempat membeli cupang

Ikan cupang sudah menjadi ikan yang terkenal hampir di seluruh Indonesia. Di daerah saya di makassar sudah cukup banyak peternak cupang dan menjual dengan harga yang lebih murah dibanding ketika membelinya di pasar hewan. Untuk seekor cupang dengan ukuran sedang kita dapat membelinya dengan harga Rp. 5.000 untuk jantan dan Rp. 2.000 untuk betina. harga tersebut untuk ikan cupang hias jenis biasa.

Jenis ikan cupang ada banyak, seperti Ikan cupang bangkok dengan ukuran hampir tiga kali lebih besar dari ikan cupang biasa. Harga ikan cupang ini berkisar dari Rp.20.000 sampai dengan Rp 75.000. akan tetapi ikan cupang ini warna yang tidak begitu cerah. sedangkan untuk variatis cupang yang paling mahal adalah cupang plakat. Harganya untuk anakan plakat bisa sampai 100.000 seekor. Hal ini dibebakan oleh warna ikan cupang yang cemerlang dan terkadang memiliki dua corak warna atau lebih.

cupang aduan

Makanan Ikan Cupang

Makanan ikan cupang sangat banyak, mulai dari Jentik nyamuk, kutu air sampai pelet ikan cupang. Makanan yang terbaik untuk cupang bergantung pada usia Ikan. Untuk cupang usia dewasa biasanya diberi makan jentik nyamuk sedang cupang kecil yang berumur 1 minggu sangat baik diberi makan kutu air. Pemberian makanan berupa  pelet boleh dilakukan asal jangan keseringan. Pemberian pelet yang terus menerus berakibat pada masalah pencernaan pada ikan. Perut ikan membuncit dan susah buang air. Jika kondisi berlangsung selama seminggu cupang akan mati.

Makanan Untuk Burayak Cupang,- Perlu pula diperhatikan untuk ikan cupang yang baru saja menetas atau masih dalam bentuk burayak cupang, sebaiknya tidak perlu diberi makan sampai usia dua hari karena masih ada cadangan makanan yang ada pada tubuhnya yang dibawa ketika dalam bentuk telur. Pemberian makanan pada burayak cupang adalah kutu air kecil namun jika terpaksa pemberian kuning telur juga di bolehkan hanya saja pemberian kuning terlalu banyak karena kuning telur sangat cepat membuat air menjadi busuk.

Makanan Anak Cupang Usia 7 Hari sampai Dewasa,- Ikan cupang dewasa dan akan mulai menampakkan bentuk pada usia 7 hari namun belum menunjukkan kejelasan jenis kelamin. Pada usia 7 hari pemberian kutu air masih sangat dianjurkan kemudian mulai di tambah dengan jentik nyamuk. jentik nyamuk yang diberi haruslah yang masih kecil. Cara mendapatkannya dengan cara disaring dari jentik nyamuk besar. saringan yang digunakan tentunya saringan yang agak halus seperti saringan dari kain Tile.

Perawatan
Pada dasarnya cupang terdiri dari dua jenis yakni cupang hias, maupun cupang aduan. Akan tetapi cupang aduan dan cupang hias sama sama memiliki naluri bertarung. Jadi jika ingin menaruh ikan cupang sebaiknya dipisahkan satu untuk satu ekor pejantan dewasa. Ikan cupang adalah ikan yang malas untuk bergerak. Sehingga ukuran tempat untuk satu ekor cupang cukup dengan kokas sebesar 5 cm x 5 cm dengan tinggi sekitar 10 cm.

Jika anda ingin menaruh ikan cupang banyak dalam satu akuarium, itu dibolehkan akan tetapi taruhlah ikan cupang dengan jumlah agak banyak dan jangan menaruh dua atau tiga ekor cupang pejantan di tempat yang sama. Jika ingin melakukannya taruhlah lebih banyak pejantan dan beberapa betina. hal ini bertujuan untuk menghindari caos antar cupang.

Kebersihan air cupang harus dijaga. Setidaknya diganti seminggu sekali. Air yang bersih memberikan ruang yan lebih indah untuk pemelihara mengamati ikan cupang. Jangan memberikan air PAM langsung ke cupang. Biasanya ini akan mengganggu kesehatan sang ikan. Kebiasaan saya adalah menggunakan air PAM sampai seminggu dan merendam beberapa daun ketapang di dalam air.

Cara Ikan Cupang Berkembangbiak

Ikan cupang berkembang dengan cara bertelur. Biasanya dalam sekali bertelur, cupang sehat menghasilkan 200 sampai 1000 butir telur, akan tetapi tidak semua dari telur akan berhasil. Ikan cupang saya pelihara dan kembangkan dari sekian banyak anakan yang dihasilkan, biasanya hanya berhasil tumbuh paling banyak 50 ekor cupang.
Cupang Plakat

Pemilihan Induk

Pilih induk dengan ukuran yang besar, cupang  muda tidak begitu baik untuk melakukan perkawinan. Meskipun bisa tingkat keberhasilan sangat kecil. Bahkan dalam beberapa kasus, sang betina biasanya mati karena dikejar cupang jantan. Cupang yang siap berkembang biak berusia minimal 4 bulan.

Induk dipilih berdasarkan ukuran, sebisa mungkin memilih dua indukan dengan ukuran yang hampir sama. Jika tidak memungkinkan pilihlah cupang dengan jantan dengan usia yang agak tua sekitar 8 bulanan. Biasanya pada usia ini, cupang sangat berpengalaman dalam memijah.

Tempat Pemijahan

Tempat pemijahan sebaiknya agak luas dari ukuran tempat cupang jantan Saya menyarankan untuk memilih akuarium dengan ukuran minimal 10 cm x 20 cm dengan ketinggian tidak lebih dari 10 cm. Jumlah air tidak boleh lebih dari 5 cm. Ini bertujuan untuk memudahkan cupang jantang mengambil telur yang terjatuh di dasar kolam.

Pada kolam pemijahan harus disediakan peda yang mengapung di permukaan dengan agak sedikit kokoh tidak mudah goyang. Disarankan untuk menggunakan bunga enceng gondok kecil karena akarnya sangat baik menjadi temapt busa melekat.

Proses Pemijahan

Proses pemijahan Ikan cupang dimulai dengan meletakkan induk jantan di kolam besar. Kemudian meletakkan ikan betina akan tetapi masih tersekat transparan antar jantan dan betina. biarkan ikan cupang jantan dan betina saling kenal, biasanya sekita satu hari. Jangan biarkan mereka terpisah terlalu lama karena akan membuat ikan cupang jantan stres ketika pemisah sudah dilepas. Ciri ciri cupang jantan yang sudah siap kawin adalah sang cupang akan membuat busa sebagai tempat telur dierami.

Setelah sehari, lepaslah penghalang antara cupang jantan dan cupang betina. Perhatikan proses perkawinannya. Biasanya pada proses ini akan terlihat seperti sedang berkelahi, atau cenderung cupang jantan menyerang cupang betina. biarkan proses ini. Kembalilah setelah 2 atau 3 jam. Jika cupang betina bersembunyi di sudut sudut kolam jauh dari cupang jantan, segeralah pisahkan. kemudian ulangi proses dari prosesnya dari awal. Biasanya Kegagalan sangat jarang terjadi. Faktor utama gagal kawin biasanya usia indukan yang belum cukup atau ukuran badan yang terlalu jauh berbeda.

Ciri ciri cupang yang siap kawin ialah mereka akan saling berdekatan dan bergumul di daerah yang busanya agak banyak. Jika sudah seperti ini anda boleh meninggalkan ikan cupang tersebut. Kembalilah untuk dalam renggang waktu sekitar 3 sampai 6 jam. Jika sudah terdapat titik putih diantara busa tadi itu berarti cupang sudah berhasil kawin.

Selanjutnya adalah proses perawatan oleh cupang jantan. Ambilah cupang betina karena ada kemungkinan cupang betina memakan telur. Cupang jantan jantan akan merawat telur tersebut. Mengangkat telur yang jatuh dari dasar kolam dengan mulutnya. Ada dua pendapat dalam keadaan seperti ini. Pendapat pertama ada yang melarang memberikan makanan karena takut cupang jantan menjadi buas dan memakan telurnya. Ada yang berpendapat sebaiknya memberikan makanan.

Saya memilih dan melakukan pendapat kedua dan alhamdulillah cupang saya berhasil berkembang biak. Akan tetapi jangan memberi makan cupang jantan ini dengan jentik nyamuk. Sebaiknya memberikan maka berupa kutu air. Memberi makan jentik nyamuk akan membawa risiko matinya burayak karena dimakan oleh jentik nyamuk.

Selanjutnya adalah menunggu telur cupang menetas. Biasanya telur cupang menetas sekitar 2 sampai 3 hari. Pada kondisi ini jangan menambahkan air dan tetap biarkan cupang jantan berada di tempat yang sama. Kadang terlihat cupang jantan memasukkan anakan cupang (burayak) pada mulutnya. Tetapi tenang, cupang jantan tidak memakan burayak. Cupang jantan mengangkat burayak yang tenggelam di dasar ke permukaan karena burayak pada usia seperti ini belum bisa beranak.

Setelah 7 sampai 10 hari, barulah memisahkan burayak dari induk jantan dari ikan cupang kecil. Berilah makan berupa kutu air setiap hari. Mulai dari hari pertama burayak menetas. Tidak apa karena kutu air tidak akan memakan burayak.

Demikianlah tips sederhana dari Dzargon mengenai tata cara merawat ikan cupang semoga bermanfaat dan silahkan di share jika anda merasa penting.

0 komentar: